top of page
  • Writer's pictureMohd Ezli Mashut

7 Strategi dan Taktikal Permainan Bola Sepak Terbaik

=



Oleh : Mohd Ezli Mashut & ChatGPT


Bola sepak adalah permainan yang memerlukan lebih daripada sekadar bakat individu. Pasukan yang berjaya adalah mereka yang mampu menerapkan strategi dan taktikal permainan dengan berkesan.


Dalam artikel ini, kita akan meneroka tujuh strategi dan taktikal terbaik yang digunakan oleh pasukan bola sepak yang berjaya dan bagaimanakah mereka memenangi permainan dengan strategi itu.





1. Penguasaan Posisi dan Penguasaan Bola

Pasukan bola sepak seperti Barcelona dan Manchester City terkenal dengan penguasaan posisi dan bola. Mereka berusaha untuk menguasai bola sepanjang perlawanan dan mengekalkan posisi tinggi dalam permainan. Dengan melakukan ini, mereka memaksa pasukan lawan untuk bermain dalam tempo mereka sendiri dan mengurangkan peluang untuk mengegarkan gol.


Penguasaan posisi dan penguasaan bola adalah dua konsep penting dalam pelbagai situasi dalam bola sepak. Kedua konsep ini merujuk pada kemahiran dan strategi yang digunakan oleh pemain dan pasukan untuk mencapai tujuan mereka dalam permainan. Berikut penjelasan tentang keduanya:


1. Penguasaan Posisi (Positional Mastery):

Penguasaan posisi merujuk pada kemampuan pemain atau pasukan untuk memahami, mengawal, dan memanfaatkan posisi yang tepat dalam permainan. Dalam bola sepak, ini melibatkan:


- Posisi Defensif: Pemain bertanggungjawab untuk menjaga posisi yang tepat di lapangan untuk mencegah lawan menjaringkan gol. Mereka harus boleh membaca pergerakan lawan dan mengambil posisi yang tepat untuk menghentikan serangan.


- Posisi Penyerangan: Pemain juga perlu memiliki penguasaan posisi ketika menyerang, termasuk bagaimana mereka menyusun diri untuk menciptakan peluang gol. Ini termasuk pemahaman tentang ruang, bagaimana bergerak untuk membuka peluang, dan bagaimana berkolaborasi dengan rakan satu pasukan.


- Posisi Tengah: Pemain harus memiliki penguasaan posisi yang baik, kerana mereka berada di tengah lapangan dan harus dapat memengaruhi permainan baik secara defensif mahupun offensif.


Penguasaan posisi melibatkan pemahaman taktikal, komunikasi, dan mobiliti yang tepat di lapangan.


2. Penguasaan Bola (Ball Mastery):


Penguasaan bola adalah kemampuan pemain untuk mengendalikan bola dengan baik, termasuk dribbling, menggiring, mengawal, dan melepaskan bola dengan tepat. Ini melibatkan teknik dan kemahiran yang tinggi dalam mengendalikan bola dan menggunakannya dalam berbagai situasi di lapangan. Penguasaan bola mencakupi hal berikut:


- Dribbling: Kemampuan pemain untuk menggerakkan bola dengan kaki mereka ketika bergerak di lapangan. Dribbling yang baik memungkinkan pemain untuk melewati lawan, menjaga pengendalian bola, dan menciptakan peluang.


- Mengawal Bola: Kemampuan untuk mengendalikan bola ketika menerima umpanan, baik dengan kepala, dada, atau kaki. Penguasaan bola ini diperlukan agar pemain dapat mempertahankan kendali dalam situasi yang cepat dan padat.


- Teknik Menendang: Ini mencakupi berbagai teknik menendang bola seperti tendangan voli, tendangan bebas, dan tendangan penalti. Kemampuan untuk melepaskan tendangan yang tepat dan kuat penting untuk mencetak gol.


Penguasaan bola dan penguasaan posisi adalah dua aspek yang saling melengkapi dalam bola sepak. Pemain yang memiliki kemahiran baik dalam keduanya menjadi aset berharga bagi pasukan mereka kerana mereka dapat berperanan baik dalam serangan mahupun pertahanan, serta mengendalikan permainan dengan baik.





2. Serangan Balik Pantas

Strategi serangan balik pantas digunakan oleh pasukan seperti Liverpool dan Bayern Munich. Mereka cenderung menarik pasukan lawan keluar daripada posisi mereka dan kemudian menyerang dengan pantas ketika mereka mempunyai peluang. Ini mengambil keuntungan daripada kecepatan pemain serangan dan serangan kilat untuk mencapai gol.


Strategi serangan balik adalah taktik bola sepak yang sangat efektif digunakan oleh pasukan seperti Liverpool dan Bayern Munich. Strategi ini mengandalkan kecepatan, koordinasi, dan ketepatan dalam serangan untuk memanfaatkan momen-momen ketika lawan kehilangan posisi dan keamanan mereka. Mari kita lihat bagaimana kedua pasukan ini menggunakan strategi serangan balik:


1. Kecepatan dan Kemahiran Individu:

- Liverpool dan Bayern Munich memiliki pemain-pemain cepat dan berkemahiran secara individu, terutama di bahagian serangan. Contoh pemain seperti Mohamed Salah (Liverpool) dan Kingsley Coman (Bayern Munich) memiliki kemampuan untuk melewati pemain lawan dengan cepat dan mengancam pertahanan lawan.


2. Tekanan Tinggi:

- Kedua-dua pasukan cenderung menekan lawan tinggi di lapangan, terutama di separuh pertama permainan. Mereka berusaha untuk memaksa kesalahan dan merebut bola dengan segera mungkin setelah kehilangan posisi. Tekanan ini membantu mereka mendapatkan bola kembali lebih cepat dan melaksanakan serangan balik.


3. Bantuan Pemain Cepat dari Belakang:

- Liverpool dan Bayern Munich memiliki bek-bek yang cekap dalam mengumpan bola secara cepat dan tepat. Setelah merebut bola, bek-bek ini cenderung menghantar bola ke bahagian serangan dengan umpanan-umpanan pendek atau panjang yang tepat.


4. Gerakan Offensif yang Cerdas:

- Pemain bahagian serangan daripada kedua pasukan sangat baik dalam membuat gerakan offensif yang cerdas. Mereka berusaha untuk memanfaatkan celah-celah di pertahanan lawan dan bergerak ke posisi yang tepat untuk menerima umpanan atau menciptakan peluang.


5. Kombinasi Cepat dan Taktik Penyerangan Segera:

- Setelah merebut bola, kedua pasukan berusaha untuk meluncurkan serangan balik dengan cepat. Ini boleh berupa serangan langsung atau kombinasi pendek yang cepat. Mereka seringkali mengandalkan umpanan-umpanan pendek dan pergerakan cepat untuk melewati pertahanan lawan.


6. Memanfaatkan Peluang dengan Ketepatan:

- Salah satu kunci keberhasilan strategi serangan balik adalah kemampuan untuk menyelesaikan peluang dengan tepat. Liverpool dan Bayern Munich memiliki penyelesaian yang tajam di depan gawang, yang memungkinkan mereka untuk mencetak gol dari serangan balik.


7. Transisi Cepat daripada Bertahan ke Menyerang:

- Kedua pasukan ini sangat cepat dalam mengubah peranan daripada bertahan menjadi menyerang ketika merebut bola. Ini memungkinkan mereka untuk memanfaatkan ketidakstabilan pertahanan lawan yang sedang beralih posisi.


8. Penggunaan Sayap:

- Strategi serangan balik seringkali melibatkan pemain sayap yang cepat. Pemain sayap seperti Sadio Mane (Liverpool) dan Serge Gnabry (Bayern Munich) sering menjadi komponen penting dalam serangan balik kerana mereka dapat mengeksploitasi ruang di sisi padang.


Dengan menggabungkan semua elemen di atas, Liverpool dan Bayern Munich menjadi sangat efektif dalam menjalankan strategi serangan balik yang cepat dan mematikan. Mereka dapat memanfaatkan kelemahan lawan dan mencetak gol dengan cepat setelah merebut bola.





3. Tekanan Tinggi dan Penyekatan


Pasukan seperti Liverpool dan Borussia Dortmund terkenal dengan tekanan tinggi mereka ke atas pemain lawan. Mereka menekan pemain lawan sejak awal permainan, mencipta kesilapan, dan memenangi bola semula dengan cepat. Ini memberikan mereka peluang untuk menyerang dalam posisi yang baik.


Pasukan seperti Liverpool dan Borussia Dortmund terkenal dengan gaya permainan mereka yang dikenali sebagai "pressing" atau "tekanan tinggi."


Tekanan tinggi adalah strategi bola sepak yang bertujuan untuk mengganggu pemain lawan, mencuri bola, dan menciptakan peluang gol dengan mengurung lawan dalam kawasan mereka sendiri. Berikut beberapa penjelasan mengapa pasukan ini terkenal dengan tekanan tinggi mereka:


1. Intensiti dan Kerja Keras: Gaya tekanan tinggi memerlukan pemain yang memiliki tingkat kekuatan fizikal dan mental yang tinggi. Liverpool dan Borussia Dortmund dikenali kerana pemain mereka yang selalu bergerak dan bekerja keras untuk menekan pemain lawan di seluruh padang. Mereka berusaha untuk tidak memberikan waktu atau ruang kepada lawan untuk memikirkan atau melakukan langkah-langkah strategik.


2. Pemotongan Jalur Pilihan: Pasukan dengan tekanan tinggi mencuba untuk memotong jalur umpanan yang mungkin dilakukan oleh pemain lawan. Mereka mematahkan pergerakan lawan dan berusaha untuk menutup ruang antara pemain lawan dan pemain mereka sendiri. Hal ini membuat lawan kesulitan dalam menghantar bola atau menemukan rakan sepasukan yang terbuka.


3. Membuat Kesalahan: Tekanan tinggi dapat membuat pemain lawan merasa tertekan dan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Ini boleh mengakibatkan kesalahan yang dapat dimanfaatkan oleh pasukan yang menekan untuk mencuri bola atau menciptakan peluang gol.


4. Menekan Permainan: Dengan menekan lawan di pertahanan mereka sendiri, pasukan yang menggunakan tekanan tinggi dapat mengendalikan permainan dan memaksakan ritme yang lebih cepat. Ini dapat menguntungkan pasukan yang memiliki pemain cepat dan kreatif, kerana mereka dapat memanfaatkan ruang yang terbuka lebih efektif.


5. Reaksi Cepat: Pasukan seperti Liverpool dan Borussia Dortmund memiliki pemain bertahan yang juga cepat dalam mengejar bola setelah kehilangannya. Mereka mencuba untuk segera merebut bola kembali setelah kehilangannya, mengurangi waktu yang dimiliki oleh lawan untuk melakukan serangan.


6. Kepemimpinan daripada Depan: Salah satu faktor penting daripada tekanan tinggi adalah bahawa serangan dimulakan daripada pemain depan. Pemain seperti striker atau penyerang sayap juga terlibat dalam tekanan dan bekerja keras untuk memaksa lawan melakukan kesalahan atau mengasingkan pemain tertentu.


7. Mendapatkan Dokongan Bersama: Tekanan tinggi adalah usaha pasukan yang memerlukan kerja sama yang baik antara semua pemain. Semua pemain harus berkoordinasi dengan baik untuk menjalankan strategi ini dengan efektif.


Gaya permainan tekanan tinggi ini menjadi sangat popular di dunia bola sepak moden kerana keberkesanannya dalam mengubah aliran permainan dan menciptakan peluang gol.


Liverpool di bawah pengurusan Jurgen Klopp dan Borussia Dortmund di bawah kepemimpinan Klopp sebelumnya adalah dua contoh berjaya daripada pasukan yang menerapkan tekanan tinggi ini dengan sangat baik.





4. Penggunaan Sayap dan Penerobosan

Pasukan seperti Real Madrid dan Bayern Munich sering menggunakan sayap untuk menyerang. Pemain sayap yang cepat dan berkemahiran digunakan untuk menghantar bola ke dalam kotak penalti atau mencipta peluang jaringan. Penerobosan juga digunakan untuk mengalahkan garis pertahanan lawan.


Pasukan bola sepak seperti Real Madrid dan Bayern Munich sering menggunakan sayap untuk menyerang kerana ini adalah strategi yang sangat efektif dalam menciptakan peluang gol dan mengatasi pertahanan lawan. Berikut beberapa faktor mengapa mereka melakukan hal ini:


1. Kecepatan dan Kemahiran Pemain Sayap: Kedua pasukan tersebut memiliki pemain sayap yang sangat cepat dan memiliki kemahiran dribbling yang luar biasa. Pemain sayap seperti Vinicius Junior, Eden Hazard, atau Kingsley Coman dapat melewati pemain lawan dengan cepat dan dengan mudah, menciptakan situasi satu lawan satu atau melepaskan umpanan kepada rakan sepasukan mereka.


2. Mendistribusikan umpanan Silang: Salah satu keuntungan besar dalam menggunakan sayap adalah kemampuan untuk memberikan umpanan silang. Pemain sayap dapat melakukan umpanan silang yang tepat ke dalam kotak penalti, di mana pemain penyerang lainnya dapat mencuba menjaringkan gol dengan tandukan atau tendangan voli. Ini adalah cara yang sangat efektif untuk menjaringkan gol.


3. Membuka Ruang: Ketika pemain sayap melakukan serangan, mereka sering kali menarik perhatian bek lawan. Ini dapat membuka ruang di tengah padang atau di kawasan lain untuk pemain lain seperti bahagian serangan atau penyerang tengah untuk mendapatkan ruang dan peluang.


4. Variasi Taktik: Dengan menggunakan sayap, pasukan dapat menciptakan variasi dalam serangan mereka. Ini membuat mereka lebih sukar diramal oleh lawan dan dapat membantu mereka menciptakan peluang gol dari pelbagai sudut dan situasi.


5. Mengeksploitasi Kekurangan Bek Lawan: Jika pasukan lawan memiliki bek yang kurang cepat atau kurang berkemahiran di sisi sayap, pasukan seperti Real Madrid dan Bayern Munich akan mencuba memanfaatkan kelemahan tersebut dengan terus menyerang dari sisi sayap yang lemah tersebut.


6. Memperluaskan Lapangan: Serangan melalui sayap juga dapat membantu dalam memperluaskan lapangan. Dengan merentangkan pertahanan lawan, pasukan dapat menciptakan lebih banyak ruang untuk bergerak dan menciptakan peluang gol.


Oleh kerana itu, penggunaan sayap dalam strategi menyerang adalah bahagian penting daripada permainan bola sepak moden. pasukan seperti Real Madrid dan Bayern Munich berjaya dalam melaksanakan pendekatan ini kerana memiliki pemain berkualiti tinggi di posisi sayap dan taktik yang sesuai untuk memanfaatkan keunggulan mereka.





5. Taktikal Bertahan Kompak

Pasukan seperti Atletico Madrid dan Juventus dikenali dengan pertahanan yang kompak. Mereka mengawal ruang dengan ketat dan sukar ditembus oleh pasukan lawan. Ini memerlukan koordinasi yang tinggi antara pemain bertahan dan pertahanan yang rapat.


Pasukan seperti Atletico Madrid dan Juventus dikenali dengan pertahanan yang kompak kerana mereka memiliki strategi dan falsafah permainan yang menekankan pertahanan yang kuat sebagai salah satu elemen kunci dalam kejayaan mereka. Ini adalah beberapa faktor mengapa kedua pasukan ini terkenal dengan pertahanan yang solid:


1. Organisasi Pertahanan: Kedua pasukan memiliki sistem pertahanan yang sangat berorganisasi. Mereka bekerja keras untuk menjaga benteng pertahanan mereka tetap kompak, dengan garis pertahanan yang bergerak bersama-sama dan menutup celah di belakangnya. Ini menyukarkan lawan untuk menembusi dan menciptakan peluang gol.


2. Tekanan Berterusan: Atletico Madrid dan Juventus dikenal dengan tekanan berterusan yang mereka terapkan pada lawan. Mereka tidak hanya fokus pada pertahanan di kawasan mereka sendiri, tetapi juga mencuba untuk merebut bola secepat mungkin dengan melakukan pressing tinggi di lapangan tengah dan mengejar bola di seluruh lapangan.


3. Kemampuan Defensif Pemain: Kedua pasukan memiliki pemain-pemain bertahan berkualiti tinggi yang tidak hanya memiliki kemampuan individu yang baik dalam menghentikan serangan lawan, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat tentang posisi dan peran mereka dalam sistem pertahanan pasukan. Ini memungkinkan mereka untuk saling melengkapi dan mengisi celah dengan baik.


4. Pengurusan Pelatih: Pelatih yang telah memimpin kedua pasukan, seperti Diego Simeone di Atletico Madrid dan Massimiliano Allegri di Juventus, memiliki reputasi sebagai ahli dalam mengatur pertahanan yang kukuh. Mereka memiliki pengalaman dan pemahaman taktikal yang mendalam, dan mereka menanamkan kedisiplinan dalam skuad mereka.


5. Penekanan pada Penelitian Taktik: Baik Atletico Madrid mahupun Juventus sangat memperhatikan penilitian taktikal dalam pertahanan mereka. Mereka sering kali mengadopsi formasi dengan pemain bertahan tambahan atau garis pertahanan yang dalam untuk memperkuat pertahanan mereka ketika pihak lawan menyerang.


6. Melaksanakan Serangan Balas: Selain bertahan dengan kuat, kedua pasukan ini juga melaksanakan serangan balik pantas sebagai strategi serangan. Mereka mencuba mencuri bola dan langsung meluncurkan serangan tajam untuk menciptakan peluang gol, menjadikan pertahanan yang solid sebagai dasar untuk serangan mereka.


Dengan kombinasi semua faktor ini, Atletico Madrid dan Juventus telah berhasil membangunkan reputasi sebagai pasukan-pasukan yang sangat sukar untuk dilawan dan mampu menjaga pertahanan mereka dengan sangat baik, yang telah membawa mereka meraih banyak kejayaan di peringkat domestik mahupun antarabangsa.



6. Pembangunan Bakat Pemain Muda

Banyak pasukan terkenal seperti Ajax dan Barcelona mengamalkan pembangunan bakat pemain muda. Mereka mengembangkan bakat daripada dalam kelab dan memberi peluang kepada pemain muda untuk berkembang. Ini membantu mereka mempunyai pasukan yang kuat dalam jangka panjang.


Pasukan bola sepak terkenal seperti Ajax dan Barcelona dikenal kerana mengamalkan pembangunan bakat pemain muda dengan pelbagai faktor penting. Berikut beberapa faktor mengapa Kelab-Kelab ini menekankan pengembangan pemain muda:


1. Tradisi Kelab: Ajax dan Barcelona memiliki tradisi yang panjang dalam pengembangan pemain muda. Mereka telah menghasilkan banyak pemain hebat daripada akademi mereka sendiri, seperti Johan Cruyff, Dennis Bergkamp (Ajax), dan Lionel Messi, Xavi Hernandez (Barcelona). Kelab-Kelab ini bangga pada sejarah panjang mereka dalam menciptakan bakat bola sepak.


2. Biaya Lebih Murah: Mengembangkan pemain muda seringkali lebih ekonomi daripada membeli pemain berpengalaman dengan biaya yang tinggi. Kelab dapat menjimatkan wang dengan memasukkan pemain muda ke dalam pasukan utama daripada membeli pemain bintang.


3. Falsafah bola sepak: Ajax dan Barcelona memiliki falsafah permainan yang khas yang menekankan gaya bola sepak menyerang dan bermain dengan bola. Untuk menerapkan falsafah ini, mereka memerlukan pemain yang telah diajari dan dilatih dalam sistem mereka sejak usia muda.


4. Identiti Kelab: Pengembangan pemain muda juga membantu kelab mempertahankan identiti bola sepak mereka. Mereka ingin menjadi dikenali sebagai kelab yang mempercayai pemain muda dan memberi mereka kesempatan untuk berkembang.


5. Penerusan Kemenangan: Dengan mengembangkan pemain muda, kelab-kelab ini dapat memastikan penerusan kemenangan jangka panjang. Mereka tidak hanya mengandalkan pemain-pemain berpengalaman, tetapi juga menciptakan generasi baru pemain yang dapat menggantikan pemain senior ketika mereka pencen atau pergi.


6. Pengendalian dan Kesetiaan: Kelab memiliki lebih banyak pengendalian atas pemain muda yang mereka kembangkan daripada pemain yang dibeli daripada kelab lain. Ini dapat memungkinkan mereka untuk mempertahankan pemain dalam jangka waktu yang lebih lama dan menciptakan ikatan yang kuat dengan kelab.


7. Nilai Jual Tinggi: Pemain muda yang dikembangkan dengan baik sering kali memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran pemindahan. Kelab dapat mendapatkan keuntungan besar dengan menjual pemain muda ini ke Kelab lain.


Kelab-kelab seperti Ajax dan Barcelona telah berjaya dalam mengembangkan pemain muda dan menciptakan pasukan-pasukan yang kompetitif dengan pendekatan ini. Hal ini telah memperkuat reputasi mereka sebagai pusat pengembangan bakat bola sepak di dunia.


7. Adaptasi Taktikal

Pasukan yang berjaya juga dapat mengadaptasi taktikal permainan mereka mengikut keadaan. Mereka boleh beralih dari serangan pantas kepada permainan penguasaan bola atau sebaliknya, bergantung kepada keadaan permainan. Kemampuan untuk berubah adalah kunci kepada kemenangan dalam bola sepak.


Untuk memenangi permainan menggunakan strategi dan taktikal berkenaan, pasukan perlu mempunyai latihan yang konsisten dan pemahaman yang mendalam tentang strategi mereka. Mereka juga perlu memiliki pemain yang sesuai dengan peranan dalam strategi tersebut. Selain itu, komunikasi dan kerjasama antara pemain juga sangat penting.


Pasukan yang berjaya dalam bola sepak sering dapat mengadaptasi taktikal permainan mereka mengikut keadaan dengan beberapa cara berikut:


1. Fleksibiliti Taktikal: Pasukan yang berjaya memiliki kemampuan berubah dan menyesuaikan taktik mereka dengan cepat berdasarkan perubahan situasi di medan pertempuran atau dalam pertandingan. Mereka tidak terpaku pada satu rencana sahaja dan dapat beralih ke taktik yang lebih sesuai dengan keadaan ketika itu.


2. Kemampuan Pemimpin: Pemimpin dalam pasukan yang berjaya memiliki pemahaman mendalam tentang strategi dan taktik serta mampu membuat keputusan bijak dalam waktu singkat. Mereka juga dapat berkomunikasi dengan efektif kepada anggota pasukan mereka untuk mengadaptasi taktik.


3. Analisis Keadaan: Pasukan yang berjaya cenderung memiliki proses analisis yang kuat untuk memahami keadaan ketika ini. Ini boleh bererti memantau pergerakan lawan, mengidentifikasi peluang, dan mengukur risiko. Dengan informasi ini, mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang taktik yang akan digunakan.


4. Pelatihan yang Mendalam: Pasukan yang berjaya melakukan latihan dan simulasi yang intensif untuk mempersiapkan diri menghadapi pelbagai senario. Ini membantu para anggota pasukan menjadi biasa dengan pelbagai taktik dan memungkinkan mereka untuk mengadaptasi pengetahuan dan keterampilan mereka dengan baik ketika diperlukan.


5. Komunikasi yang Efektif: Pasukan yang berjaya memiliki sistem komunikasi yang efektif di antara anggota tim atau pasukan. Komunikasi yang baik memungkinkan mereka untuk berkoordinasi dengan cepat dan mengambil tindakan yang sesuai dengan perubahan keadaan.


6. Kreativiti dan Inovasi: Pasukan yang berjaya sering kali memiliki kemampuan untuk berfikir kreatif dan inovatif. Mereka tidak takut mencuba taktik baru atau strategi yang belum pernah dicuba sebelumnya jika situasinya memungkinkan.


7. Penilaian Pasca-Permainan: Setelah pertandingan, pasukan yang berjaya melakukan penilaian menyeluruh untuk memahami apa yang berhasil dan apa yang tidak. Ini membantu mereka belajar daripada pengalaman mereka dan meningkatkan taktik mereka untuk pertandingan berikutnya.


Dengan menggabungkan semua elemen ini, pasukan yang berjaya mampu mengadaptasi taktikal permainan mereka dengan efektif mengikut keadaan yang mereka hadapi, yang pada akhirnya dapat memberi mereka keunggulan dalam mencapai tujuan mereka, baik itu kemenangan dalam pertandingan atau keberhasilan dalam perlawanan.


Penutup

Dalam kesimpulan, strategi dan taktikal permainan bola sepak adalah kunci kepada kejayaan pasukan. Dengan menerapkan strategi yang sesuai dengan gaya bermain pasukan dan memahami bagaimana menggunakannya dengan berkesan, pasukan bola sepak dapat mencapai kemenangan dan mencapai kejayaan dalam jangka masa panjang dalam pertandingaan.

31 lihatan0 komen
IMG_20221230_173627.jpg
bottom of page