top of page
  • Writer's pictureMohd Ezli Mashut

Krisis dan Geopolitik Sumber Air: Negara Terkesan dan Langkah Masa Depan




Oleh : Mohd Ezli Mashut & ChatGPT


Krisis air adalah salah satu isu global terpenting yang dihadapi oleh manusia pada abad ke-21. Sumber air yang semakin berkurangan akibat perubahan iklim, pertumbuhan penduduk yang cepat, urbanisasi yang pesat, dan pencemaran air telah memunculkan krisis air yang serius di pelbagai negara di seluruh dunia.


Krisis air juga telah menjadi faktor yang signifikan dalam geopolitik, mengingatkan air adalah sumber daya yang sangat strategik dan penting untuk survival kehidupan dan ekonomi.


Artikel ini akan membahaskan negara yang paling terkesan oleh krisis air dan bagaimanakah mereka berinteraksi dengan negara-negara jiran mereka. Selain itu, akan dibahaskan langkah-langkah yang dapat diambil oleh dunia untuk mengatasi krisis air pada masa depan.





Negara yang Paling Terkesan dalam Krisis Air

India dan Pakistan


Salah satu konflik air yang paling menonjol di dunia terjadi antara India dan Pakistan. Sungai Indus, yang bermuara di Tibet dan mengalir melalui wilayah India dan Pakistan, adalah sumber air utama bagi kedua-dua negara ini. Namun, ketegangan politik antara kedua negara ini telah menyukarkan kerjasama dalam pengurusan sumber air bersama.


India telah membangun sejumlah projek empangan di sungai-sungai yang mengalir ke Pakistan, seperti Sungai Chenab dan Sungai Jhelum. Ini telah memicu kebimbangan di Pakistan tentang penurunan paras air yang akan memberi kesan pada pertanian dan kehidupan sehari-hari. Krisis air ini telah memburukkan hubungan antara kedua negara dan menjadi salah satu sumber konflik terpanas di Asia Selatan.


Mesir dan Sudan vs. Ethiopia


Di Afrika, sungai Nil adalah sumber kehidupan bagi Mesir dan Sudan. Negara-negara ini sangat bergantung pada air dari sungai Nil untuk pengairan pertanian dan kegunaan air minuman. Namun, Ethiopia telah memulai pembangunan Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) di sungai Nil Biru, yang telah memunculkan konflik serius antara ketiga negara ini.


Mesir dan Sudan bimbang bahawa empangan ini akan mengurangkan jumlah air ke wilayah mereka, sementara Ethiopia melihatnya sebagai sumber daya penting untuk pembangunan ekonomi negara tersebut. Konflik ini menyoroti kompleksiti geopolitik yang terkait dengan sumber air dan perlunya penyelesaian yang adil untuk memenuhi kepentingan semua pihak.


Langkah-langkah Masa Depan untuk Mengatasi Krisis Air

Untuk mengatasi krisis air pada masa depan, dunia perlu mengambil langkah-langkah konkrit:


1. Kerjasama Regional


Negara-negara perlu bekerjasama dalam kerangka kerjasama regional untuk mengelola sumber air bersama. Perjanjian air yang adil dan berkelanjutan dapat membantu menghindari konflik yang berkaitan dengan air.


2. Konservasi Air


Peningkatan efisiensi penggunaan air di sektor-sektor seperti pertanian, industri, dan domestik sangat penting. Teknologi yang lebih canggih dan pelaksanaan konservasi air harus digunakan untuk mengurangkan pembaziran air.


3. Pengembangan Infrastruktur


Pembangunan infrastruktur seperti empangan, saluran irigasi, dan pengolahan air minuman yang lebih baik diperlukan untuk memaksimumkan pengelolaan sumber air yang ada.


4. Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim


Mengingatkan dampak perubahan iklim yang semakin buruk, perlu adanya upaya serius dalam mengadaptasi sistem air untuk menghadapi cuaca yang tidak stabil.


5. Diplomasi Internasional


Badan antarabangsa seperti PBB dapat memainkan peranan penting dalam mendorong dialog dan diplomasi antara negara untuk menyelesaikan konflik air.


Krisis air adalah tantangan yang harus diatasi secara serius oleh komuniti global. Dengan kerjasama yang kuat, konservasi, dan tindakan yang tepat, kita dapat membantu menjaga air sebagai sumber daya yang berkelanjutan dan menghindari konflik yang dapat muncul akibat krisis ini.

2 lihatan0 komen
IMG_20221230_173627.jpg
bottom of page